LAPORAN HASIL WAWANCARA

TUGAS III
LAPORAN HASIL WAWANCARA

Tema               : Model Pembinaan Anak Jalanan Di Yogyakarta
Narasumber     : Mas Ubeed (Mahasiswa UIN SUKA yang berkecimpung di dunia sosial)
Tempat            : Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Hari/Tanggal   : Selasa, 18 Juni 2013
Pukul               : 17.00 s/d 18.00 WIB

A. Pemilihan Tema
Pembinaan mulai dari dini bagi sorang anak adalah hal yang sangat penting bagi kita sebagai praktisi pendidikan, khusnya di lingkungan keluarga, karena anak adalah penerus dan pemimpin negara ini dikemudian hari, kalaw hari ini anak-anak dididik dengan benar baik di lingkungan sekolah maupun dilingkungan keluarga maka akan menciptakan generasi penerus yang baik, namun sebaliknya jika hari ini pendidikan dan pembinaan tidak bagus dan sarat akan ketidak pedulian terhadapan generasi muda, maka suatu saat negara ini akan hancur lantaran tidak adanya generasi penerus yang akan memimpin negera ini.
Sebagai akademisi, saya merasa anak jalanan adalah salah satu contoh dari ketidak pedulian keluarga, pemerintah dan masyarakat terhadapa masa depan anak-anak mereka. Perlu adanya tindakan positif bagi kalangan akademisi untuk meminimalisir terjadinya fenomena anak jalanan ini. Menurut  saya salah satu faktor yang paling dominan dalam membina dan mendidik anak adalah dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang benar, namun faktanya anak jalanan mayoritas tidak berpendidikan, tidak sekolah dan rentang dekat dengan merokok bahkan narkoba padahal mereka sebagian besar adalah masih anak-anak. Oleh sebab itu perlu adanya tindakan dari kita sebagai akademisi untuk memberikan pelatihan keterampilan dan pendidikan sebagai bekal mereka dikemudian hari.
Sampai saat ini, kabar  baik masih menyertai kita, karena masih banyak kita temukan teman-teman mahasiswa/i yang masih peduli dengan anak jalanan. Sehingga mereka terus merenopasi dan mengembang model-model pendidikan di kalangan anak jalanan. Dari itu saya mengangap sangat perlu untuk kita bahas bersama, sebenarnya model apa yang mereka terapkan dalam membina dan mendidik anak jalanan selama ini. Sehingga saya mengajukan tema penelitian saya kali ini adalah “Model Pembinaan Anak Jalanan Di Yogyakarta”.
B. Transkip Wawancara
Berikut wawancara yang saya lakukan dengan salah satu pembina dan pengajar disebuah rumah singgah anak jalanan yang ada di yogyakarta :

S : Assalamu’alaikum!..
O : Wa’alaikum salam!..
S : Dengan siapa ini mas?
O : Dengan mas ubeed. I
S : Mas ubeed masih kuliah di uin?
O : Iya, kuliah semestr 4 jurusan PMI fakultas dakwah.
S : Okey langsung saja mas, saya dari fakultas tarbiyah jurusan PBA, kemarin saya dengar bahwa mas nya salah satu pembina di rumah singgah anak jalanan yang ada di jogjakartaa benerkan mas?
O :  Oyo, sebenarnya saya punya rasa kepedulian sesama jadi ikut saling membantulah.
S :  Jadi langsung saja ni mas, saya ada beberapa pertanyan ni mas, kira2 jumlah anak jalanan yang dibina di rumah singgah anda berapa?
O : Sebenarnya kita punya dua tempat, yang pertama didaerah tegal mojo itu didekat sebelum lampu merah monjali, kalwa disana tu sekitar 22 anak, kebanyakan cewek cowok sekitar 10an , meraka itu klw sekolah kelas 1 dan 2 SD, yang paling tua itu ada beberapa anak kelas  4 - 5 SD. kalau dibailang anak jalanan bukan juga, karena merka masih punya orang tua tetapi membantu melalui memulung.
Trus yang kedua didaerah badran disikataran samsat badaran sana data yang kita miliki sekitar 50an anak tetapi kekurangnya adalah ketika kita melakukan kelas itu tidak semunya bisa datang kita juga melihat kondisi beberapa anak yang kumpul anak kita bina mereka kita juga mencari mereka ditempat mereka yang kadang-kadang masih mengamen.
S : Kira-kira faktor apa yang membuat anak memutuskan menjadi ak jalanan?
O : Kalaw ditegal mojo itu karena faktor ekonomi jadi mereka membantu orang tuanya dengan cara memulung  kalaw di badran mereka itu mayoritas berasal dari luar jogja jadi buka asli jogja  mereka itu pendatang jadi ada dari solo, mereka tu tidak tau dengan kelurga mereka istilahnya tu mereka kabur dari rumah menjadi anak jalanan. Ada di mangkubumi kemudian daerah malioboro  biasanya mereka kumpul dan cari uang disitu.
S : Kira-kira siapa saja yang pendorong anak menjadi anak jalanan pada anak binaan anda?
O : Kalaw yang keluarga mungkin salah satu faktor kurang harmonisnya keluarga terkadang itu memicu anak depresi memikir kelurga padahal mereka belum waktunya tapi karena tekanan mental di dalam kelurga sendiri otomatis rasa jenus itu muncul di dalam hatinya.
Kemudia himpitan ekonomi, kita tau anak muda masih ababil jadikan pengen Hplah dari orang tua mereka sendiri dari itu mereka kabur itu motifnya.
S : Permasalahan dasar apa yang melingkupi anak jalanan binaan anda?
O : Kalaw menurut saya itu budaya kesehatan mas, dalam perasaan saya itu meris tentang kesahatan mereka, seharusnya mereka itu mendapatkan gizi yang cukup, uang yang dihasilkan mereka itu untuk membeli rokok kalaw saya lihat di daerah lain kayak di Jakarta biasanya itu mereka mengelem (menghirup) tapi klw didaerah kogja gak terlalu banyak.
S : Pernahkah anda melakukan sharring pendapat dengan anak binaan anda?
O : Kalau shering kita punya dua, kalau dipengajar kita buat kelompok besar, yang pertama kita bina usia mereka yang masih kayak sd masih kecil-kecil itu kita kasih motivasi buat dia  kita ajarin nulis, nyanyi .
Ada juga mas kalaw dengan anak yang sudah gede kayak usia SMP kita tidak kasih motivasi lagi melainkan shering gimana keadaanmu sekarang, karena kalau mereka di kasih motivasi justru mereka membrontak.
S : Pernahkah anda menggali kebutuhan anaka binaan anada?
O : Ya pernah sih kadang-kadang pengenmu tu apa sih? pengen rekreasilah, pengen kumpul keluarga.
S : Pernahkah anda mendengarkan anak jalanan yang mengutarakan kebutuhan dan keinginana kepada masnya bahkan tuntutan?
O : Kalaw sekarang belum ada, karena mereka kayak punya dunia sendiri jadi saya punya uang itu hanya untuk makan itu kebutuhan dasar mereka.
S : Pernahkah anda mendengarkan anak jalanan mengutarakan keinginannya baik?
O : Mereka tu sebenarnya pengen, ada beberapa anak mereka itu pengen kembali maksudnya kembali kekotanya membantu orang tua cuma karena lagi-lagi orang tuanya kurang baik  jadi harapan untuk kembali pulang itu hilang dengan sendiri.
S : Alasan apa anak jalanan tersebut merubah diri, maksudnya dari mereka yang punya banyak cita-cita akhirnya tidak punya cita-cita lagi?
O : Karena mereka meresa sudah mempunyai dunia sendiri dan punya prediksi masa depan sendiri.
S : Adakah peranan orang tua menyebabkan anak turun ke jalan?
O : Saya kira orang tua dan kelurga,dan lingkungan dalam sektor kelurga saja, karena kalaw teman pergaulan gak terlalu mas.
S : Apa alasan anda menentukan kegiatan ini?
O : Karena bigron saya anak pondokan dan jurusan saya itu IPA tapi ketika di perguruan tinggi saya kok diterimanya di bidang IPS jadi api yang saya dapat jadi saya miliki tidak terbuang sia-sia. saya sercing di google tentang anak jalanan karena saya memang udah pengen dibidang itu. apa lagi ketika istri paman saya meninggal, jadi saya mikir gini, ponakan saya itu tidak punya ibu, mereka saja yang masih punya ayah, nenek, masih juga butuh kasih-sayang dari orang tua, makanya saya pengen mengajar anak jalanan karena dalam pikirannya saya, saya merasa kasian seperti dengan keponakannya
S : Apa program yang mas lakukakan?
O : Salah satunya program yang kita lakukan adalah piket (piknik education) setiap 6 bulan sekali kita ngajak anak jalanan bertamasya kita ajak ke taman pintar dan sekitar awal bula juli besok kita akan mengadakan piket kekaliurang, trus kita juga punya kegiatan yang namanya pak sutris (paket susu gratis) susunya sekitar 50an.
S : Kira-kira respon anak jalanan binaan anda saat diberika pembinaan bagaimana mas?
O : Meresa tertolong, meresa bahagai, dan senyum dari mereka adalah kado terindah bagi kami
S : Kira-kira model pembinaan anak jalanan anda bagaimana?
O : Kita punya agenda dalam satu minggu ada tiga tempat, yaitu hari rabu di daerah tegal merjo kemudian hari kamis didaerah badran untuk bagi paket susu gratis itu, 2 tempat pertama minggu pertama biasanya kita kasih dokter pintar. Terus minggu kedua biasanya kita kasih sains. Terus yang katiga KALISTUNG (baca tulis menghitung) kita ajarai menghitung menulis dan minggu keempat kita ada reviu semuanya dengan ujian.
S : Sejauh mana model pembinaan pembinaan anak jalanan yang diterapkan di rumah singgah anda dapat dikatakan berhasil tepat sasaran?
O : Kalaw didaerah Tegal Mojo, kalaw bisa menjawab itu kita kasih bintang dan setiap bulan yang banyak bintang kita kasih hadiah, dan saya rasa itu berhasil ada dampak positifnya
S : Pendekatan apa yang diterapkan saat anda melakukan adapatasi?
O : Yang pertama pengajaran, seumpama mas riki pengen ikut, yaudah saya langsung kenalkan ini mas riki ya?.... lalu saya suruh mas riki untuk mengamati dan sebelum berakhir saya akan tanya lagi ayo ini mas siapa?.. tapi cenderung butuh prose waktu yang lama tiga samapai empat pertemuan sampai mereka bisa menerima mas riki dalam arti bisa mengajar meraka, jadi pendekatannaya lebihke perorang satau-satu.
S : Apakah program / kegiatan dirumah singgah anada mengacu pada standar layanan dariu dinas sosial?
O : Kalaw sebenarnya sih program dasar kayak Sains, terus KALISTUNG dan juga Dokter Pintar dalam pengajaran sama halnya dengan SSC (save street chil) lainnya.
S : Kenapa tidak mengacu ke standar pemerintah mas?
O : Karena komunitas yang kita dirikan itu berdiri sendiri dan bener-bener kesadaran dan kita dirikan itu dengan uang kita sendiri bukan dari pemerintah.
S : Apa program unggulan yang anda pada rumah singgah masnya?
O : Pak  sutris itu, meskipun orang yang pengen peduli tapi gak puya waktu untuk mengajar atau malas itu mereka bisa ke paksutris.
S : Apa yang menjadi kesulitan anda dalam menentukan sebuah program?
O : Kesulitannya itu ketika kita shering dan ada dari mereka yang tidak datang tapi dalam hal finishing "kok programnya baru, kok ga ada sosialisasi" jadi kurang sosialisasi dan juga pengajar butuh adaptasi juga dengan program baru.
S : Menurut mas, faktor apa yang sangat mendukung keberhasilan penangan masalah anak jalanan?
O : Menurut saya sih para sukarelawan, para pengurus, dan para pengajar itu harus bener-bener sepenuh hati membantu anak jalanan.   
S : Dalam upaya pembinaan terhadap anak jalanan, apakah memerlukan dukungan dari masyarakat sekitar, instansi terkait, dunia usaha, pers dll?
O : Sebenaranya butuh banget mas, saya pengen tu kita bangun lagi pendataan anak perwilayah supaya ketika kitan minta donasi-danasi  instansi pemerintah kita ada data.
S : Kira-kira menerut mas, bagaimana strategi penangan masalah anak jalan?
O : Kalaw yang pertama itu dari faktor keluarga dulu mas, jadi saya harap orang yang sudah berkelurga itu harus bener-bener harmonis biar keharmonisannnya akan berdampak pada anaknya juga mas, klw orang tua bertengkar setiap hari maka otomatis dampak psikologis terhadapa nak juga ada mas. terus yang kedua dinas sosial itu harus memberikan pusat pelatihan ditempat mereka sendiri, bukan malah ditangkap sehingga mereka lebih terbuka dan tidak terpaksa.
S : okey terimaksih mas sudah meluangkan waktunya dan membantu tugas penelitian saya kalw ketemu saling tegus saja mas.
O : oaya sama-sama mas


C. Kesimpulan
Setelah saya mewawancarai narasumber, ternyata model pembinaan dan pendidikan yang diterapkan dirumah singgah anak jalanan di wilayah Yogyakarta adalah berupa pendekatan secara personal dari para pembina dan pendidik itu sendiri kepada anak jalanan, selain itu ada 3 program pendukung yang dilakukan oleh para pembina dan pendidik yaitu Dokter Pintar, Pak Sutris, dan KALISTUNG (baca tulis hitung).
Dari hasil wawancara ini, saya bisa simpulkan bahwa peranan akademisi dalam memberikan pendidikan dan pelatihan terhadap anak jalanan sangtlah penting sebagai upaya menciptakan generasi penerus yang baik. Saya menganggap, model yang diterapkan selama proses pembinaan dan pendidikan untuk anak jalanan yang ada diwilayah Yogyakarta sangat efektif, terbukti dengan pengakuan anak jalanan yang ada di yogyakarta bahwa mereka merasa tertolong, meresa bahagai atas keberadaan para pembina dan pendidik.  


FOTO-FOTO WAWANCARA


Sonie Elbalarjani Muta'alim, Mahasiswa, Santri

0 Response to "LAPORAN HASIL WAWANCARA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel